Laporan Observasi Psikologi Manajemen
Laporan
KOMUNIKASI ORGANISASI DI SMP N 8 GORONTALO
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah
Psikologi Manajemen yang diampuh oleh Dosen:
Dr. Besse Marhawati, S.Pd., M.Pd.
Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I.
Oleh Kelompok 2:
Yunita Sri Mahardhika 131416038
Devi Olivia Liputo 131416039
Ni Made Dwi Juli Erna Yani 131416040
Asmawati Dj. Piyohu 131416041
Rahardi Rumbayan 131416043
Santo Kaharu
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan izin dan kuasa-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini. Makalah ini memuat “Komunikasi Organisasi” yang penulis susun untuk melengkapi nilai mata kuliah Psikologi Manajemen. Dengan adanya Makalah ini kiranya dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi organisasi yang merupakan hal penting dalam menjalin kerjasama antar anggota atau anggota dengan pimpinan. Karena dalam setiap kegiatan keseharian perlu adanya komunikasi untuk menyampaikan informasi atau pesan yang hendak disampaikan kepada orang lain.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menghadapi berbagai kesulitan dan hambatan baik dari segi penulisan, isi, maupun teknik penyusunan Makalah ini. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama berkat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta bantuan dari kakak senior dan teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini, akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna, sehingga kritikan dan saran yang bersifat membangun dari dosen pengajar serta dari semua pihak masih penulis harapkan guna perbaikan Makalah ini.
Gorontalo, 23 November 2017
Penulis
Kelompok 2 Manajemen Pendidikan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Penulisan 2
Manfaat Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
Proses Komunikasi 3
Aspek-aspek Komunikasi 4
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi 5
Hambatan-hambatan yang Muncul dalam Komunikasi 5
Bentuk-bentuk Komunikasi 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 8
Saran 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di dalam kehidupan seseorang tidak akan terlepas dari yang namanya komunikasi. Terlebih lagi komunikasi dalam organisasi, yang mana di dalamnya ada atasan dan bawahan. Komunikasi yang dilakukan oleh atasan dan bawahan dalam ruang lingkup organisasi akan memberikan berbagai efektifitas komunikasi itu sendiri.
Komunikasi dalam organisasi sangat dibutuhkan agar dalam organisasi dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh setiap anggota dalam organisasi. Setiap komunikasi dalam organisasi biasanya dimanfaatkan untuk saling berbagi dan mencari tahu apa yang dibutuhkan dalam organisasi serta apa kekurangan dalam organisasi tersebut.
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Dalam laporan observasi ini akan dibahas mengenai komunikasi organisasi yang tercipta di SMP N 8 Gorontalo yang meliputi proses komunikasi, aspek-aspek komunikasi, faktor-faktor dan hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi, serta bentuk-bentuk komunikasi yang sering terjalin dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan masalah antara lain, sebagai berikut:
Bagaimana proses komunikasi yang terjadi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja aspek-aspek dari komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Tujuan Penyusunan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat didefinisikan tujuan penulisan laporan observasi ini sebagai berikut:
Untuk mengetahui proses komunikasi yang terjadi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui aspek-aspek dari komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Manfaat Penyusunan
Manfaat dari penyusunan laporan observasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi organisasi, aspek-aspek komunikasi, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi, hambatan-hambatan dalam komunikasi serta bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian warga sekolah di SMP N 8 Kota Gorontalo.
BAB II
PEMBAHASAN
Proses Komunikasi
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Penerima adalah orang yang inderanya menerima pesan dari pengirim. Mungkin terjadi jumlah penerima banyak, seperti kalau sebuah memo dikirimkan kepada seluruh anggota organisasi, atau hanya satu orang, seperti kalau seseorang mendiskusikan sesuatu secara rahasia kepada seorang rekan. Pesan harus disesuaikan dengan latar belakang penerima. Manajer produksi seyogyanya menghindari penggunaaan istilah yang sangat teknis dalam berkomunikasi dengan seseorang di departemen pemasaran.
Menurut hasil observasi kami proses komunikasi di SMP N 8 Gorontalo adalah menggunakan Bahasa yang baik dan benar tentunya, serta memperhatikan struktur kata yang akan digunakan dengan lawan bicara agar tercipta komunikasi secara sopan tanpa ada unsur ambigu. Dalam proses komunikasi memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekitar sehingga pembicaraan lebih santai dan tidak kaku, hal ini diharapkan dapat meningkatkan keakraban antara guru dengan siswa atau sebaliknya serta pesan dari proses komunikasi tersebut dapat tersampaikan secara utuh dan sempurna kepada penerima. Karena, kerap terjadi situasi dimana pesan sudah sampai kepada penerima, tetapi penerima tidak mampu memahaminya.
Aspek-aspek dalam Komunikasi
Pace dan Faules (2002:553) mengatakan komunikasi organisasi meliputi aspek-aspek, yaitu:
Peristiwa komunikasi, berkaitan dengan seberapa jauh informasi diciptakan, ditampilkan, dan disebarkan ke seluruh bagian dalam organisasi.
Iklim Komunikasi Organisasi. Pace dan Faules (2002:149) mengatakan iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan, dan dikokohkan secara berkesinambungan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Dalam melakukan interaksi, pimpinan organisasi sebagai seorang komunikator harus dapat memilih metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan situasi pada waktu komunikasi dilancarkan sehingga tercapai kepuasan atas komunikasi atau tercipta iklim komunikasi organisasi yang menyenangkan. Iklim komunikasi merupakan citra makro bagi organisasi.
Kepuasan Komunikasi Organisasi. Redding (dalam Pace dan Faules, 2002:164) mengungkapkan bahwa istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan total komunikasinya.
Menurut hasil observasi kami di SMP N 8 Gorontalo aspek-aspek yang terdapat dalam komunikasi yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yaitu yang penting adalah bagaimana pesan tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada penerima sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam menanggapi pesan ynag disampaikan oleh komunikator. Komunikasi sebaiknya dilakukan secara langsung tanpa ada perantara sehingga tidak terdapat penambahan atau pengurangan informasi yang disampaikan kepada penerima, dan penerima juga tidak salah menanggapi informasi yang diterimanya. Kepuasan penerima menerima informasi dapat terjadi ketika informasi tersebut relevan dan sesuai dengan kebutuhan penerima informasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Komunikasi
Lesikar menguraikan adanya empat faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi organisasi yaitu meliputi :
Saluran komunikasi formal. Merupakan cara komunikasi yang didukung, dan mungkin dikendalikan oleh manajer. Contohnya adalah newsletter, memo reguler, laporan, rapat staf, dan lain-lain.
Struktur wewenang. Perbedaan status dan kekuasaan dalam organisasi membantu menentukan siapa yang akan berkomunikasi dengan baik kepada siapa. Selain itu, isi dan akurasi komunikasi juga dipengaruhi oleh perbedaan wewenang.
Spesialisasi pekerjaan. Biasanya akan mempermudah komunikasi dalam kelompok yang berbeda-beda. Anggota suatu kelompok kerja biasanya memiliki jagron, pandangan mengenai waktu, sasaran, tugas dan gaya pribadi yang sama.
Kepemilikan informasi, Setiap individu mempunyai informasi yang unik dan pengetahuan mengenai pekerjaan mereka, yang merupakan semacam kekuasaan bagi individu-individu yang memilikinya.
Menurut hasil observasi kami mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Gorontalo adalah disini setiap guru harus memberikan teguran ketika siswa berkata-kata yang tidak sopan atau kasar, karena dalam hal ini di sekolah mengajarkan bagaimana siswa berkomunikasi secara formal ketika dalam situasi belajar mengajar, berbicara dengan guru maupun siswa disarankan dapat berbicara baik dan benar, memperhatikan etika dan kesopanan. Setiap warga sekolah berhak menegur dan menasehati warga sekolah lainnya ketika berbicara dengan kata-kata kurang sopan atau kasar.
Hambatan-hambatan dalam Komunikasi
Hambatan-hambatan yang sering muncul dalam proses komunikasi antara lain sebagai berikut:
Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb.
Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan.
Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan.
Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.
Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarki, wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang mengakibatkan sebuah hambatan.
Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam organisasi.
Menurut hasil observasi kami mengenai hambatan-hambatan yang muncul dalam proses komunikasi di SMP N 8 Gorontalo yaitu media atau perantara sebagai jembatan menyampaikan informasi salah memahami informasi yang disampaikan oleh komunikator, sehingga perantara bingung menyampaikan kembali informasi kepada penerima. Komunikator sering menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh lawan bicara, sehingga penerima informasi menanggapi informasi tersebut sebagai informasi yang ambigu. Komunikator harus menanyakan kembali kepada penerima apakah sudah memahami apa yang disampaikan sehingga tidak terjadi salah paham dalam memahami informasi dari komunikator.
Bentuk-bentuk Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi kepada tiga bentuk:
Komunikasi vertikal. Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
Komunikasi horizontal. Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dan sebagainya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal. Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.
Komunikasi diagonal. Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. Fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
Menurut hasil observasi kami tentang bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian warga sekolah di SMP N 8 Gorontalo adalah komunikasi vertikal yaitu proses komunikasi dari atas ke bawah atau sebaliknya antara kepala sekolah kepada guru dan guru kepada siswa atau sebaliknya dalam memberikan tugas atau menyampaikan perintah yang biasanya menggunakan Bahasa yang formal. Komunikasi horizontal yaitu komunikasi mendatar antara guru dengan guru atau siswa dengan siswa, biasanya dalam proses komunikasi lebih mengutamakan keakraban dan tidak bersifat formal. Komunikasi diagonal yaitu komunikasi yang dilakukan kepada seseorang dengan posisi yang berbeda seperti kepala sekolah dengan komite sekolah atau stakeholder lainnya, biasanya bersifat formal atau pun informal tergantung dengan situasi dan kondisi saat melakukan komunikasi apakah melakukan rapat atau hanya sekedar bertegur sapa.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Aspek-aspek komunikasi terdiri dari: (1) Peristiwa komunikasi, berkaitan dengan seberapa jauh informasi diciptakan, ditampilkan, dan disebarkan ke seluruh bagian dalam organisasi; (2) Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi; dan (3) Kepuasan komunikasi, digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan total komunikasinya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam komunikasi yaitu: (1) saluran komunikasi formal, (2) struktur wewenang, (3) spesialisasi pekerjaan, dan (4) kepemilikan informasi. Faktor-faktor ini yang akan membantu menyampaikan informasi dengan baik, asalkan komunikasi yang di jalin dapat berlangsung secara baik dan sopan santun.
Hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi yaitu: (1) Hambatan dari Proses Komunikasi, (2) Hambatan Fisik, (3) Hambatan Semantik, (4) Hambatan Psikologis, (5) Hambatan Manusiawi, (6) Hambatan Organisasional, dan (7) Hambatan Antar Pribadi.
Bentuk-bentuk komunikasi dalam organisasi yaitu: (1) Komunikasi vertical, bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. (2) Komunikasi horizontal, bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. (3) Komunikasi diagonal, bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang atau sering dikenal komunikasi luar organisasi. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda.
Saran
Setiap individu harus mengetahui aspek-aspek komunikasi agar komunikasi dapat mencapai sasaran secara tepat, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi sehingga dapat mengendalikan komunikasi pada jalur sopan santun, hambatan-hambatan dalam komunikasi dapat dihindarkan sehingga informasi dapat diterima oleh penerima secara utuh, serta bentuk-bentuk komunikasi yang terjalin dalam kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Azwinazeh. 2014. Faktor-faktor Penentuan Efektifitas Komunikasi. Diakses dari http://azwinazeh.wordpress.com/2014/10/24/faktor-faktor-penentuan-efektifitas-komunikasi/amp/ pada hari Kamis, 23 November 2017.
Jeje, A. 2016. Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Manajemen. Diakses dari http://azizahjeje.blogspot.co.id/2016/01/komunikasi-organisasi-dan-komunikasi-.html?m=1 pada hari Kamis, 23 November 2017.
Ratna, W. 2016. Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Manajemen. Universitas Gunadarna. Diakses dari http://hestiwahyuningratna.wordpress.com/2016/01/25/komunikasi-organisasi-komunikasi-manajemen/amp/ pada hari Kamis, 23 November 2017.
LAMPIRAN
(Halaman Depan Sekolah)
(Proses Komunikasi Vertikal, yaitu antara guru dan siswa)
(Proses Komunikasi Horizontal, yaitu antara guru dengan guru)
(Proses Komunikasi Diagonal atau Luar Organisasi, yaitu komunikasi antara
guru dan orang tua siswa)
KOMUNIKASI ORGANISASI DI SMP N 8 GORONTALO
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah
Psikologi Manajemen yang diampuh oleh Dosen:
Dr. Besse Marhawati, S.Pd., M.Pd.
Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I.
Oleh Kelompok 2:
Yunita Sri Mahardhika 131416038
Devi Olivia Liputo 131416039
Ni Made Dwi Juli Erna Yani 131416040
Asmawati Dj. Piyohu 131416041
Rahardi Rumbayan 131416043
Santo Kaharu
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan izin dan kuasa-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini. Makalah ini memuat “Komunikasi Organisasi” yang penulis susun untuk melengkapi nilai mata kuliah Psikologi Manajemen. Dengan adanya Makalah ini kiranya dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi organisasi yang merupakan hal penting dalam menjalin kerjasama antar anggota atau anggota dengan pimpinan. Karena dalam setiap kegiatan keseharian perlu adanya komunikasi untuk menyampaikan informasi atau pesan yang hendak disampaikan kepada orang lain.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menghadapi berbagai kesulitan dan hambatan baik dari segi penulisan, isi, maupun teknik penyusunan Makalah ini. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama berkat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa, serta bantuan dari kakak senior dan teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini, akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna, sehingga kritikan dan saran yang bersifat membangun dari dosen pengajar serta dari semua pihak masih penulis harapkan guna perbaikan Makalah ini.
Gorontalo, 23 November 2017
Penulis
Kelompok 2 Manajemen Pendidikan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Penulisan 2
Manfaat Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
Proses Komunikasi 3
Aspek-aspek Komunikasi 4
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi 5
Hambatan-hambatan yang Muncul dalam Komunikasi 5
Bentuk-bentuk Komunikasi 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 8
Saran 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di dalam kehidupan seseorang tidak akan terlepas dari yang namanya komunikasi. Terlebih lagi komunikasi dalam organisasi, yang mana di dalamnya ada atasan dan bawahan. Komunikasi yang dilakukan oleh atasan dan bawahan dalam ruang lingkup organisasi akan memberikan berbagai efektifitas komunikasi itu sendiri.
Komunikasi dalam organisasi sangat dibutuhkan agar dalam organisasi dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh setiap anggota dalam organisasi. Setiap komunikasi dalam organisasi biasanya dimanfaatkan untuk saling berbagi dan mencari tahu apa yang dibutuhkan dalam organisasi serta apa kekurangan dalam organisasi tersebut.
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Dalam laporan observasi ini akan dibahas mengenai komunikasi organisasi yang tercipta di SMP N 8 Gorontalo yang meliputi proses komunikasi, aspek-aspek komunikasi, faktor-faktor dan hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi, serta bentuk-bentuk komunikasi yang sering terjalin dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan masalah antara lain, sebagai berikut:
Bagaimana proses komunikasi yang terjadi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja aspek-aspek dari komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Apa saja bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian di SMP N 8 Kota Gorontalo?
Tujuan Penyusunan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat didefinisikan tujuan penulisan laporan observasi ini sebagai berikut:
Untuk mengetahui proses komunikasi yang terjadi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui aspek-aspek dari komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi organisasi di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Untuk mengetahui bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian di SMP N 8 Kota Gorontalo.
Manfaat Penyusunan
Manfaat dari penyusunan laporan observasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi organisasi, aspek-aspek komunikasi, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi, hambatan-hambatan dalam komunikasi serta bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian warga sekolah di SMP N 8 Kota Gorontalo.
BAB II
PEMBAHASAN
Proses Komunikasi
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Penerima adalah orang yang inderanya menerima pesan dari pengirim. Mungkin terjadi jumlah penerima banyak, seperti kalau sebuah memo dikirimkan kepada seluruh anggota organisasi, atau hanya satu orang, seperti kalau seseorang mendiskusikan sesuatu secara rahasia kepada seorang rekan. Pesan harus disesuaikan dengan latar belakang penerima. Manajer produksi seyogyanya menghindari penggunaaan istilah yang sangat teknis dalam berkomunikasi dengan seseorang di departemen pemasaran.
Menurut hasil observasi kami proses komunikasi di SMP N 8 Gorontalo adalah menggunakan Bahasa yang baik dan benar tentunya, serta memperhatikan struktur kata yang akan digunakan dengan lawan bicara agar tercipta komunikasi secara sopan tanpa ada unsur ambigu. Dalam proses komunikasi memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekitar sehingga pembicaraan lebih santai dan tidak kaku, hal ini diharapkan dapat meningkatkan keakraban antara guru dengan siswa atau sebaliknya serta pesan dari proses komunikasi tersebut dapat tersampaikan secara utuh dan sempurna kepada penerima. Karena, kerap terjadi situasi dimana pesan sudah sampai kepada penerima, tetapi penerima tidak mampu memahaminya.
Aspek-aspek dalam Komunikasi
Pace dan Faules (2002:553) mengatakan komunikasi organisasi meliputi aspek-aspek, yaitu:
Peristiwa komunikasi, berkaitan dengan seberapa jauh informasi diciptakan, ditampilkan, dan disebarkan ke seluruh bagian dalam organisasi.
Iklim Komunikasi Organisasi. Pace dan Faules (2002:149) mengatakan iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan, dan dikokohkan secara berkesinambungan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Dalam melakukan interaksi, pimpinan organisasi sebagai seorang komunikator harus dapat memilih metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan situasi pada waktu komunikasi dilancarkan sehingga tercapai kepuasan atas komunikasi atau tercipta iklim komunikasi organisasi yang menyenangkan. Iklim komunikasi merupakan citra makro bagi organisasi.
Kepuasan Komunikasi Organisasi. Redding (dalam Pace dan Faules, 2002:164) mengungkapkan bahwa istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan total komunikasinya.
Menurut hasil observasi kami di SMP N 8 Gorontalo aspek-aspek yang terdapat dalam komunikasi yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yaitu yang penting adalah bagaimana pesan tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada penerima sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam menanggapi pesan ynag disampaikan oleh komunikator. Komunikasi sebaiknya dilakukan secara langsung tanpa ada perantara sehingga tidak terdapat penambahan atau pengurangan informasi yang disampaikan kepada penerima, dan penerima juga tidak salah menanggapi informasi yang diterimanya. Kepuasan penerima menerima informasi dapat terjadi ketika informasi tersebut relevan dan sesuai dengan kebutuhan penerima informasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Komunikasi
Lesikar menguraikan adanya empat faktor yang mempengaruhi keefektifan komunikasi organisasi yaitu meliputi :
Saluran komunikasi formal. Merupakan cara komunikasi yang didukung, dan mungkin dikendalikan oleh manajer. Contohnya adalah newsletter, memo reguler, laporan, rapat staf, dan lain-lain.
Struktur wewenang. Perbedaan status dan kekuasaan dalam organisasi membantu menentukan siapa yang akan berkomunikasi dengan baik kepada siapa. Selain itu, isi dan akurasi komunikasi juga dipengaruhi oleh perbedaan wewenang.
Spesialisasi pekerjaan. Biasanya akan mempermudah komunikasi dalam kelompok yang berbeda-beda. Anggota suatu kelompok kerja biasanya memiliki jagron, pandangan mengenai waktu, sasaran, tugas dan gaya pribadi yang sama.
Kepemilikan informasi, Setiap individu mempunyai informasi yang unik dan pengetahuan mengenai pekerjaan mereka, yang merupakan semacam kekuasaan bagi individu-individu yang memilikinya.
Menurut hasil observasi kami mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi di SMP N 8 Gorontalo adalah disini setiap guru harus memberikan teguran ketika siswa berkata-kata yang tidak sopan atau kasar, karena dalam hal ini di sekolah mengajarkan bagaimana siswa berkomunikasi secara formal ketika dalam situasi belajar mengajar, berbicara dengan guru maupun siswa disarankan dapat berbicara baik dan benar, memperhatikan etika dan kesopanan. Setiap warga sekolah berhak menegur dan menasehati warga sekolah lainnya ketika berbicara dengan kata-kata kurang sopan atau kasar.
Hambatan-hambatan dalam Komunikasi
Hambatan-hambatan yang sering muncul dalam proses komunikasi antara lain sebagai berikut:
Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb.
Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan.
Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan.
Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan.
Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarki, wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang mengakibatkan sebuah hambatan.
Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam organisasi.
Menurut hasil observasi kami mengenai hambatan-hambatan yang muncul dalam proses komunikasi di SMP N 8 Gorontalo yaitu media atau perantara sebagai jembatan menyampaikan informasi salah memahami informasi yang disampaikan oleh komunikator, sehingga perantara bingung menyampaikan kembali informasi kepada penerima. Komunikator sering menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh lawan bicara, sehingga penerima informasi menanggapi informasi tersebut sebagai informasi yang ambigu. Komunikator harus menanyakan kembali kepada penerima apakah sudah memahami apa yang disampaikan sehingga tidak terjadi salah paham dalam memahami informasi dari komunikator.
Bentuk-bentuk Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi kepada tiga bentuk:
Komunikasi vertikal. Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.
Komunikasi horizontal. Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dan sebagainya. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal. Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.
Komunikasi diagonal. Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. Fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.
Menurut hasil observasi kami tentang bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam keseharian warga sekolah di SMP N 8 Gorontalo adalah komunikasi vertikal yaitu proses komunikasi dari atas ke bawah atau sebaliknya antara kepala sekolah kepada guru dan guru kepada siswa atau sebaliknya dalam memberikan tugas atau menyampaikan perintah yang biasanya menggunakan Bahasa yang formal. Komunikasi horizontal yaitu komunikasi mendatar antara guru dengan guru atau siswa dengan siswa, biasanya dalam proses komunikasi lebih mengutamakan keakraban dan tidak bersifat formal. Komunikasi diagonal yaitu komunikasi yang dilakukan kepada seseorang dengan posisi yang berbeda seperti kepala sekolah dengan komite sekolah atau stakeholder lainnya, biasanya bersifat formal atau pun informal tergantung dengan situasi dan kondisi saat melakukan komunikasi apakah melakukan rapat atau hanya sekedar bertegur sapa.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi terjadi dalam hubungan antara pengirim dengan penerima. Komunikasi dapat mengalir dalam satu arah dan berakhir di sana. Atau sebuah pesan dapat menimbulkan respon (yang secara formal dikenal dengan sebutan “umpan balik”) dari penerima. Pengirim (sumber pesan) merupakan pihak yang mengawali komunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengirim dapat berupa seseorang dengan informasi, kebutuhan, atau keinginan dan dengan tujuan mengkomunikasikannya kepada satu atau beberapa orang lain.
Aspek-aspek komunikasi terdiri dari: (1) Peristiwa komunikasi, berkaitan dengan seberapa jauh informasi diciptakan, ditampilkan, dan disebarkan ke seluruh bagian dalam organisasi; (2) Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur tersebut terhadap komunikasi; dan (3) Kepuasan komunikasi, digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang dirasakan pegawai dalam lingkungan total komunikasinya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam komunikasi yaitu: (1) saluran komunikasi formal, (2) struktur wewenang, (3) spesialisasi pekerjaan, dan (4) kepemilikan informasi. Faktor-faktor ini yang akan membantu menyampaikan informasi dengan baik, asalkan komunikasi yang di jalin dapat berlangsung secara baik dan sopan santun.
Hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi yaitu: (1) Hambatan dari Proses Komunikasi, (2) Hambatan Fisik, (3) Hambatan Semantik, (4) Hambatan Psikologis, (5) Hambatan Manusiawi, (6) Hambatan Organisasional, dan (7) Hambatan Antar Pribadi.
Bentuk-bentuk komunikasi dalam organisasi yaitu: (1) Komunikasi vertical, bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. (2) Komunikasi horizontal, bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. (3) Komunikasi diagonal, bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang atau sering dikenal komunikasi luar organisasi. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda.
Saran
Setiap individu harus mengetahui aspek-aspek komunikasi agar komunikasi dapat mencapai sasaran secara tepat, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi sehingga dapat mengendalikan komunikasi pada jalur sopan santun, hambatan-hambatan dalam komunikasi dapat dihindarkan sehingga informasi dapat diterima oleh penerima secara utuh, serta bentuk-bentuk komunikasi yang terjalin dalam kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Azwinazeh. 2014. Faktor-faktor Penentuan Efektifitas Komunikasi. Diakses dari http://azwinazeh.wordpress.com/2014/10/24/faktor-faktor-penentuan-efektifitas-komunikasi/amp/ pada hari Kamis, 23 November 2017.
Jeje, A. 2016. Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Manajemen. Diakses dari http://azizahjeje.blogspot.co.id/2016/01/komunikasi-organisasi-dan-komunikasi-.html?m=1 pada hari Kamis, 23 November 2017.
Ratna, W. 2016. Komunikasi Organisasi dan Komunikasi Manajemen. Universitas Gunadarna. Diakses dari http://hestiwahyuningratna.wordpress.com/2016/01/25/komunikasi-organisasi-komunikasi-manajemen/amp/ pada hari Kamis, 23 November 2017.
LAMPIRAN
(Halaman Depan Sekolah)
(Proses Komunikasi Vertikal, yaitu antara guru dan siswa)
(Proses Komunikasi Horizontal, yaitu antara guru dengan guru)
(Proses Komunikasi Diagonal atau Luar Organisasi, yaitu komunikasi antara
guru dan orang tua siswa)
Nice
BalasHapusKeren. baguss. bermanfaat.
BalasHapusNice
BalasHapusThe best neng
BalasHapusartikelnya sangat membantu
BalasHapusIlmunya bermanfaat
BalasHapusIlmunya bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusNice
BalasHapusnice
BalasHapus